
Pada awal keberadaannya, pizza bukan sebuah makanan eksklusif. Pizza muncul pada kesederhanaannya di Italia. Saat ini menu ini makin terkenal dan dicintai beberapa orang, termasuk di Indonesia. Bila Anda merencanakan untuk buka restaurant pizza atau menambah pizza sebagai satu diantara menu di restaurant Anda, Anda mungkin kebingungan pilih tipe pizza apa yang hendak Anda menawarkan ke pelanggan. Supaya Anda tidak makin kesusahan, kami akan mengulas komplet mengenai ketidaksamaan varian pizza, sejarahnya, dan beberapa bahan apa yang harus dipersiapkan untuk membuat.
New York Model Pizza
Walau New York Model pizza bukan tipe pizza yang paling awal dibikin, pizza ini benar-benar populer di seantero Amerika. Ada ketidaksamaan fundamental di antara New York Model pizza dan Neapolitan pizza, yakni di bagian crust. Crust New York Model pizza tipis seperti Neapolitan pizza, tetapi lumayan tebal sampai adonan dapat dilipat.
Bentuk yang semacam ini membuat kita tidak butuh memakai alat makan saat melahapnya. Topping Tradisionil Toppingnya berbentuk pepperoni, sosis, jamur, dan ikan teri. Dan bumbunya berbentuk oregano, paprika, merah, keju parmesan, dan bubuk bawang putih.
Anjuran Pemanggangan New York Model pizza yang autentik harus diolah oven tungku kayu. Tetapi banyak pula yang memanggangnya dengan oven gas.
Greek Pizza
Terbebas dari namanya, Greek pizza tidak ada jalinan benar-benar dengan Greek atau Yunani. Pizza ini tidak dibikin di Yunani dan tidak memakai topping ciri khas Yunani. Tipe pizza ini terbentuk saat imigran Yunani tiba ke Amerika dan kenalan dengan varian pizza ciri khas Italia. Tetapi, imigran Greek ini membuat varian pizza dengan stylenya sendiri. Crust Greek pizza lebih merekah dan kenyal dibanding pizza lain. Pizza ini umumnya memakai tomato paste yang mempunyai wewangian oregano yang kuat dan dikasih topping keju kombinasi di antara mozarella dan cheddar.
Topping Tradisionil
Tidak ada topping ciri khas yang perlu dituruti selainnya gabungan di antara cheddar dan mozarella cheese. Oleh karenanya, Anda dapat menambah topping sesuai selera Anda. Crust yang tebal sanggup berisi topping semakin banyak. Bila ingin memberikan topping ciri khas Yunani, Anda dapat menambah feta cheese, black olives, dan red onion.
Anjuran Pemanggangan
Untuk membuat crust yang merekah, Anda harus memoleskan round pan dengan olive oil yang banyak. Susunan olive oil di dasar pan akan membuat crust pada bagian bawah semakin terasa krispi.
Tomato Pie
Asal tipe varian pizza ini di inspirasi dari Sicilian pizza. Italian Tomato Pie ialah pizza berwujud kotak dengan crust yang tebal dan memiliki kandungan sauce tomat yang manis dan beraroma tajam. Bila Anda mencicip pizza ini di Philadelphia, toppingnya akan berbentuk gravy. Dan di tempat lain ada yang menambah keju dan topping yang lain. Sebagai hal paling mencolok dari Tomato pie ialah tipe pizza ini disajikan dalam temperatur ruangan.
Topping Tradisionil
Tomato pie autentik terbagi dalam kombinasi sauce dan roti, dan tebaran keju parmesan. Versus lain dari tipe pizza ini menyatukan topping daging sapi cincang, sosis dan mozarella.
Anjuran Pemanggangan
Langkah awal, crust pizza ini diolah lebih dulu dalam oven. Supaya crust tidak jadi kering, Anda harus melapisnya dengan sedikit air dan sauce tomat. Sesudah adonan usai dipanggang, Anda dapat menambah sauce dan topping, lantas panggang kembali sekitaran 15 menit pada temperatur 287 C.
Tipe Pizza Alternative
Model dan tipe topping untuk pizza tidak ada selesainya. Topping pizza tradisionil, seperti pepperoni dan sayur mungkin bisa menarik pelanggan Anda. Tetapi tidak ada kelirunya untuk tawarkan pizza unik, seperti pizza dengan topping cheese burger atau bacon cheese. Dengan ini, Anda dapat tambah menarik pelanggan. Anda bisa juga bereksperimen dengan beragam jenis crust, dimulai dari crust yang dibikin dari pretzel sampai crust berisi sosis atau keju.
Baca Juga : Tipe Pizza Populer Dengan Berbagai ragam Keunikannya
Leave a Reply